Gambar

Setelah dinaikkan statusnya pada tanggal 3 Oktober 2018 pukul 01:00 WITA (lihat di: https://magma.vsi.esdm.go.id/press/view.php?id=168), episode erupsi Gunungapi Soputan dimulai pada hari yang sama pukul 08:47 WITA. Erupsi tersebut memiliki tinggi kolom abu mencapai sekitar 4000 m di atas puncak (sekitar 5800 m di atas permukaan laut) dan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 39 mm dengan durasi sekitar 6 menit. Penyebaran abu vulkanik dominan ke arah Barat-Baratlaut.

Setelah erupsi terjadi, amplitudo seismik (RSAM - Realtime Seismic Amplitude Measurement) yang merefleksikan energi aktivitas magmatik G. Soputan terus mengalami peningkatan. Erupsi kemudian kembali terjadi, hingga pukul 12:00 WITA teramati erupsi susulan sebanyak 3 (tiga) kali yaitu masing-masing pada pada pukul 10:44 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2000 m di atas puncak (sekitar 3800 m di atas permukaan laut), pukul 11:12 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2500 m di atas puncak (sekitar 4300 m di atas permukaan laut) dan pukul 11:52 dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 5000 m di atas puncak (sekitar 6800 m di atas permukaan laut).

Dari kemarin hingga saat ini telah terkirim VONA sebanyak 5 kali secara bertahap dari YELLOW (sejak 2 Oktober 2018 pukul 18:46 WITA) kemudian ke ORANGE (3 Oktober 2018 pukul 09:09 WITA, pukul 11:10 WITA dan pukul 11:59 WITA) dan terakhir berubah menjadi RED pada 3 Oktober 2018 pukul 12:18 WITA (Arsip VONA dapat diakses di https://magma.vsi.esdm.go.id/vona/).

Saat ini, stasiun seismik PVMBG yang terpasang di beberapa lokasi di sekitar G. Soputan masih terus merekam kegempaan yang didominasi oleh tremor menerus dengan amplitudo bervariasi hingga melebihi batas kemampuan alat untuk merekam (overscale). Data anomali termal satelit menunjukkan peningkatan temperatur yang signifikan di puncak G. Soputan dengan Volcanic Radiative Power (VRP) mencapai 186 MW.

Hasil analisis data pemantauan G. Soputan terkini mengindikasikan bahwa aktivitas magmatik G. Soputan saat ini masih tinggi dan masih berpotensi untuk terjadi erupsi baik secara eksplosif berupa kolom abu vertikal maupun secara efusif berupa aliran/guguran lava maupun awan panas. Hingga tanggal 3 Oktober 2018 pukul 12:00 WITA dapat disimpulkan bahwa status aktivitas G. Soputan masih berada pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi zona perkiraan bahaya berada di seluruh area di dalam radius 4 km dari puncak dan perluasan sektoral sejauh 6.5 km dari puncak ke arah Barat-Baratdaya. Masyarakat di sekitar G. Soputan dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan dari kemungkinan hujan abu.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang namun tetap menjaga kesiapsiagaan dengan mengikuti perkembangan aktivitas G. Soputan antar waktu melalui web MAGMA Indonesia (https://magma.vsi.esdm.go.id) maupun melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play Store.