Gambar

Pendahuluan

Gunungapi Soputan merupakan gunungapi bertipe strato yang terletak di Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. Ketinggian puncak G. Soputan sekitar 1784 m di atas permukaan laut. Pertumbuhan kubah lava di Puncak Soputan teramati sejak tahun 1991, hingga meluber keluar bibir kawah menyebabkan seringnya terjadi guguran lava, dengan jarak luncur sekitar 2 hingga 6.5 km dari puncak ke arah barat (yang terjauh), timur dan utara. Pemukiman penduduk terdekat berada pada jarak sekitar 8-10 km dari puncak. Pada saat musim hujan dapat terjadi pembentukan uap dari air hujan oleh kubah lava yang masih panas dan dapat memicu terjadinya letusan sekunder, yaitu berupa letusan freatik (letusan uap) yang dapat memicu guguran kubah lava dan awan panas guguran. Pada daerah perkemahan (camping ground) di lereng timur laut berjarak sekitar 3 sampai 4 km dari puncak G. Soputan, berpotensi terlanda hujan abu lebat dan berpotensi terlanda lontaran pasir, kerikil hingga batu (pijar). Endapan material letusan G. Soputan utamanya di lereng sebelah barat – tenggara, apabila terjadi hujan lebat dapat mengakibatkan terjadinya aliran lahar yang mengarah ke: S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang, Londola Kelewehu dan Londola Katayan. Potensi bahaya lainnya adalah guguran lava yang masih sering terjadi di sekitar tubuh gunungapi, umumnya terjadi di bagian utara dan timur. Tetapi yang harus diwaspadai adalah jika terjadi guguran kubah lava yang diikuti awan panas guguran ke arah barat (Silian), karena bukaan kawahnya menuju ke daerah tersebut. Potensi bahaya erupsi G. Soputan dapat berupa abu vulkanik yang dapat berdampak pada keselamatan penerbangan.

Tingkat Aktivitas

Perubahan status G. Soputan mulai dari tanggal 6 Mei 2014 hingga saat ini adalah sebagai berikut:
1. Pada tanggal 6 Mei 2014 tingkat aktivitas ditingkatkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pukul 11:00 WITA.
2. Pada tanggal 7 Agustus 2014 tingkat aktivitas diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pukul 12.00 WITA.
3. Pada tanggal 26 Desember 2014 tingkat aktivitas ditingkatkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pukul 03:00 WITA.
4. Pada tanggal 3 Juli 2015 tingkat aktivitas diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pukul 16.30 WITA.
5. Pada tanggal 4 Januari 2016 tingkat aktivitas ditingkatkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pukul 18.00 WITA.
6. Pada tanggal 21 April 2016 tingkat aktivitas diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pukul 12.00 WITA
7. Pada tanggal 3 Oktober 2018, tingkat aktivitas ditingkatkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pukul 01.00 WITA

Pemantauan Gunung Api

G. Soputan saat ini dimonitor dengan jaringan pemantauan 4 Stasiun Seismik dan 1 Stasiun Tiltmeter. Terdapat 5 orang pengamat gunung api yang ditempatkan di Pos Pengamat Gunung Api Soputan. Dalam tingkat aktivitas Level III (Siaga) laporan rutin dilakukan setiap 6 jam setiap hari.

Kronologi Erupsi
Data pemantauan G. Soputan dari periode Agustus hingga awal Oktober 2018 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada tanggal 3 Oktober 2016 pukul 01:00 WITA tingkat aktivitas G. Soputan dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Periode erupsi G. Soputan kemudian terjadi pada 3-4 Oktober 2018. Setelah itu aktivitas kegempaan G. Soputan cenderung mengalami penurunan. Pada hari Sabtu 15 Desember 2018 mulai pukul 17.00 WITA data seisimik menunjukkan adanya peningkatan yang cepat dan signifikan. Peningkatan kegempaan terus terjadi dan akhirnya pada hari Minggu tanggal 16 Desember 2018 pukul 01:02 WITA terekam gempa letusan dengan amplitudo maksimum 40 mm (overscale) dengan durasi 598 detik, disertai suara gemuruh yang terdengar dengan intensitas lemah-sedang dari Pos Pengamatan Gunungapi Soputan yang berada di Silian Raya (sekitar 10 km di sebelah Baratdaya puncak G. Soputan). Ketinggian kolom erupsi tidak teramati karena tertutup kabut. Pada hari Minggu 16 Desember 2018 sekitar pukul 03:09 WITA teramati sinar api di atas puncak G. Soputan dan tinggi kolom erupsi ± 3.000 m di atas puncak (± 4.809 m di atas permukaan laut) dengan kolom abu berwarna kelabu dan intensitas tebal condong ke tenggara. Pada pukul 05:40 WITA tinggi kolom erupsi ± 7.000 m di atas puncak (± 8.809 m di atas permukaan laut) dengan kolom abu berwarna kelabu dan intensitas tebal condong ke tenggara. Hingga pukul 08:00 WITA, VONA telah terbit sebanyak 2 kali pada tanggal 16 Desember 2018 yaitu pada pukul 04:00 WITA dengan kode warna ORANGE dan pada pukul 05:54 WITA dengan kode warna RED. Hingga saat ini tremor menerus masih terus terekam dengan amplitudo maksimum (overscale) mengindikasikan bahwa aktivitas erupsi masih terus berlangsung.

Kesimpulan
Hingga saat ini Status G. Soputan masih berada pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi zona bahaya yaitu radius 4 km dan perluasan sektoral ke arah barat-baratdaya sejauh 6.5 km. Masyarakat di sekitar G. Soputan dihimbau untuk menyiapkan masker pelindung mulut dan hidung untuk menghindari potensi bahaya abu vulkanik untuk sistem pernafasan. Masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu di G. Soputan agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar terutama di musim hujan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Badan Geologi
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral