Gambar

Bersama ini disampaikan aktivitas G. Kerinci terkait kejadian erupsi pada tanggal 19 Januari 2019 pukul 07:34 WIB sebagai berikut :

Gunungapi Kerinci adalah gunungapi strato tipe A, secara geografis berada pada posisi 1°41’ 50” LS dan 101°15’ 52” BT dengan tinggi puncaknya 3.805 m dpl, sedangkan secara administratif terletak pada dua provinsi dan dua kabupaten, yaitu: Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi dan Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Tingkat Aktivitas G. Kerinci berada pada Level II (Waspada) sejak 9 September 2007.

Pengamatan aktivitas G.Kerinci dilakukan dari Pos PGA Kerinci di Desa Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, yaitu di selatan dari puncak  G. Kerinci yang berjarak 9,5 Km.
Pengamatan secara visual selama Januari 2019, umumnya cuaca cerah - hujan, angin bertiup dengan kecepatan sedang, ke arah barat daya, barat dan timur laut. Hembusan asap dari kawah teramati berwarna putih sedang - tebal, tekanan sedang, tinggi asap antara 200 - 300 m dari puncak.

Pengamatan kegempaan selama Januari 2019 didominasi oleh gempa-gempa Hembusan dengan rata-rata 82 kejadian/hari. 

Pada tanggal 19 Januari 2019 pukul 07:34 WIB telah terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 200 m di atas puncak (4.005 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu tebal condong ke arah timur dan tenggara hingga pukul 10:00 WIB, dan selanjutnya gunung tertutup kabut. Sedangkan secara kegempaan selama fase erupsi terpantau gempa Tremor menerus dengan amplitudo 0,5 - 2 mm (Dominan 0,5mm).

Potensi Bahaya Letusan G. Kerinci berasal dari adanya sumbat kubah lava di kawah, yang dapat berakibat terjadinya akumulasi gas vulkanik di bawah sumbat lava, dan dapat mengakibatkan letusan yang disertai hujan abu (lebat), dan lontaran batu (pijar) di dalam radius 3 km dari kawah.
Berdasarkan data pengamatan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya G. Kerinci hingga tanggal 19 Januari 2019 tingkat aktivitas G.Kerinci  masih dalam Level II (Waspada).

Rekomendasi : Sehubungan dengan status kegiatan G. Kerinci Level II (Waspada), maka direkomendasikan: 
- Masyarakat di sekitar G. Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak G. Kerinci dalam radius 3 km dari kawah aktif, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan sewaktu-waktu bisa terjadi letusan serta terdapat gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan. 
- Masyarakat yang ada di sekitar G. Kerinci diharapkan tenang tidak terpancing isu-isu tentang letusan G. Kerinci dan harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.
- Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,  BPBD pemerintah Kabupaten Kerinci, dan BPBD Kabupaten Solok Selatan untuk selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi  melalui Pos Pengamatan G. Kerinci  dalam memberikan-menerangkan tentang aktivitas G. Kerinci.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Badan Geologi
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral